JAKARTA – 9 JULI 2026 – Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan ketahanan dan daya saing yang tangguh di tengah dinamika geopolitik global. Hingga Mei 2026, sektor ini sukses mencatatkan tren pertumbuhan positif yang signifikan.
Keberhasilan tersebut tercermin dari melonjaknya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta pergerakan aktif wisatawan nusantara (wisnus). Selain itu, Indonesia juga berhasil mencatatkan surplus kunjungan wisatawan yang dibarengi dengan pemulihan tingkat okupansi hotel yang semakin stabil di berbagai daerah.
Pertumbuhan positif ini menjadi sinyal kuat bahwa berbagai program strategis dan kebijakan yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berjalan efektif. Intervensi kebijakan tersebut terbukti memberikan manfaat nyata di lapangan, mulai dari menggerakkan roda perekonomian daerah hingga membuka peluang usaha yang luas bagi masyarakat lokal dan pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Domestik dan Global Jadi Kunci
Pengamat pariwisata menilai bahwa keseimbangan dalam menggarap pasar domestik dan internasional menjadi jangkar utama kokohnya pariwisata nasional saat ini. Di satu sisi, kampanye pergerakan wisnus berhasil menjaga perputaran ekonomi di masa-masa sulit. Di sisi lain, daya tarik destinasi unggulan Indonesia tetap magnetis di mata wisman meski lanskap politik dunia sedang bergejolak.
“Pencapaian hingga Mei 2026 ini adalah bukti bahwa industri pariwisata kita semakin resilient (tangguh). Kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang adaptif dan kesiapan pelaku industri di lapangan menjadi kunci utama pemulihan yang stabil ini,” ujar salah satu pelaku industri perhotelan.
Dengan momentum yang terjaga hingga pertengahan tahun 2026, optimisme terhadap target capaian pariwisata di akhir tahun semakin meningkat. Kemenpar bersama seluruh pemangku kepentingan diprediksi akan terus memperkuat aspek aksesibilitas, amenitas, dan atraksi untuk memastikan tren positif ini berkelanjutan. (Red)














