SOLOK SELATAN – Upaya meningkatkan kelancaran arus transportasi dan percepatan roda perekonomian masyarakat di kawasan Solok Selatan terus dipacu. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat resmi merealisasikan proyek Preservasi Jalan Surian – Sipang Padang Aro dengan progres fisik yang kian signifikan.
Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini menelan nilai kontrak sebesar Rp29,78 miliar. Pekerjaan fisik di lapangan dipercayakan kepada kontraktor pelaksana PT Lawang Agung, dengan pengawasan ketat dari Konsultan Supervisi KSO PT Dwi Karsa Envacotama, PT Cipta Strada, dan PT Laras Sembada.
Berdasarkan papan informasi di lokasi kegiatan, penandatanganan kontrak telah dilakukan sejak 23 Februari 2026. Masa pelaksanaan proyek ditargetkan berlangsung selama 312 hari kalender, yang dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lapangan menunjukkan pengerjaan fisik telah berjalan secara terukur. Petugas dan alat berat terlihat memacu pelebaran serta pembetonan bahu jalan untuk memperluas ruang milik jalan. Guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas akibat penyempitan arus kendaraan, pihak kontraktor juga telah memasang rambu-rambu peringatan dan keselamatan kerja (K3) di titik-titik vital area proyek.
Perjalanan panjang menembus kawasan Surian hingga Sipang Padang Aro yang dulunya kerap diwarnai keluhan warga, kini berganti dengan helaan napas lega. Akses jalan nasional yang pernah mengalami kerusakan di sejumlah titik dan menguji kesabaran para pengguna jalan, secara bertahap mulai menunjukkan wajah barunya yang memikat.
Lewat sentuhan penanganan preservasi ini, jalur vital tersebut bertransformasi secara signifikan. Aspal hitam yang mulus terhampar rapi mengikis kesan kumuh dan bahaya yang dulu mengintai, menyajikan lintasan yang nyaman bak hamparan permadani di tengah asrinya perbukitan Solok Selatan.
Tak hanya mengedepankan estetika dengan garis marka kuning yang membingkai tegas tiap kelokan, pengerasan dan pembetonan bahu jalan yang presisi turut memberikan rasa aman ekstra bagi pengendara. Jalur yang dulunya menjadi tantangan berat bagi mobilitas hasil pertanian dan angkutan warga, kini berubah menjadi urat nadi transportasi yang jauh lebih ramah, aman, dan efisien.
Perubahan positif ini mendatangkan gelombang apresiasi dari warga sekitar serta para pengguna jalan yang saban hari menggantungkan penghidupan mereka di jalur tersebut. Rasa syukur tak terbendung atas respons cepat dan pengerjaan terukur yang dihadirkan pemerintah di lapangan.
Apresiasi tinggi disampaikan masyarakat kepada tim Satker PJN Wilayah II Sumbar atas komitmen dan pengawasannya yang konsisten, serta ketelitian jajaran profesional penyedia jasa PT Lawang Agung bersama tim konsultan supervisi. Sinergi yang solid antara instansi dan rekanan ini dinilai sukses mengeksekusi pekerjaan secara maksimal, rapi, dan mengedepankan standar keselamatan kerja.
Warga berharap kualitas infrastruktur yang telah terbangun bak permadani ini dapat terus terjaga dalam jangka panjang. Hadirnya akses jalan yang representatif kini tak sekadar memangkas waktu tempuh, tetapi juga menjadi dorongan besar bagi peningkatan kesejahteraan dan geliat ekonomi masyarakat Solok Selatan secara berkelanjutan. (Ef)















