PADANG – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah terus diperkuat. Memasuki hari kedua peninjauan lapangan, Minggu (19/7/2026), Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, didampingi Kepala Bidang Bina Marga, Elfiandi Ibrahim, beserta jajaran, melakukan monitoring langsung pada ruas jalan strategis di wilayah tersebut.
Adapun ruas jalan yang menjadi fokus peninjauan adalah Ruas Jalan Pasar Baru – Alahan Panjang (P.073) dan Ruas Jalan Alahan Panjang – Kiliran Jao (P.082.1).
Kegiatan monitoring ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah krusial untuk memetakan kondisi eksisting infrastruktur secara faktual. Armizoprades menegaskan bahwa peninjauan langsung di lapangan bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan penanganan segera maupun pemeliharaan rutin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Monitoring ini menjadi dasar utama bagi kami dalam menyusun perencanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang lebih tepat sasaran. Dengan melihat langsung kondisi riil, kita dapat memastikan bahwa setiap program penanganan jalan yang direncanakan akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Armizoprades.
Ruas jalan Pasar Baru – Alahan Panjang hingga Kiliran Jao memiliki peran vital sebagai jalur logistik dan pendukung mobilitas warga. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan infrastruktur jalan yang tidak hanya mantap secara teknis, tetapi juga aman bagi pengguna jalan.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi:
Peningkatan Konektivitas: Memperlancar akses transportasi antarwilayah di Sumatera Barat.
Pertumbuhan Ekonomi: Mempermudah distribusi hasil bumi dan barang kebutuhan pokok masyarakat.
Keamanan Infrastruktur: Memastikan kondisi jalan tetap prima untuk mendukung mobilitas jangka panjang.
Melalui upaya proaktif ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis dapat terus menghadirkan infrastruktur jalan yang handal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan aksesibilitas yang lebih baik demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Red)















