LENGAYANG – 10 JULI 2026 – Angin segar berembus bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Lengayang. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga secara resmi telah memulai proyek strategis Pembangunan Jembatan Gantung Koto Pulai yang berlokasi di Koto Pulai Kambang, Kecamatan Lengayang.
Proyek bernilai Rp 5.848.954.000,00 ini didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Kehadiran jembatan gantung baru ini diharapkan akan menjadi urat nadi penting yang menghubungkan wilayah terisolasi, mempermudah akses anak-anak ke sekolah, serta mempercepat distribusi hasil pertanian warga setempat.
Berdasarkan papan informasi proyek di lapangan, kontrak kerja telah ditandatangani sejak 09 April 2026 dengan target waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender. Alat berat dari pihak pelaksana pun sudah mulai diturutkan di lokasi untuk melakukan pembersihan lahan dan fondasi awal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna menjamin kualitas fisik bangunan yang prima, pengerjaan jembatan ini dipercayakan kepada kontraktor berpengalaman CV. ARIFAN, dengan pengawasan ketat dari tim konsultan kemitraan yang andal, yaitu PT. Dwikarsa Envacotama KSO, PT. Cipta Strada KSO, dan PT. Laras Sembada.
Masyarakat sekitar menyambut jalannya proyek ini dengan antusiasme tinggi. Jembatan gantung ini dinilai bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa, melainkan simbol harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan warga Koto Pulai Kambang secara jangka panjang.
Dengan pengawasan bersama, diharapkan pembangunan ini berjalan lancar tanpa kendala dan dapat segera diresmikan tepat waktu demi kemajuan infrastruktur di wilayah Sumatera Barat.
Ketika bentangan baja mulai terpasang dan fondasi kokoh menancap di bumi Koto Pulai, jembatan ini bukan lagi sekadar susunan material mati. Ia adalah perwujudan dari doa-doa yang membumbung tinggi, sebuah jawaban atas kerinduan warga yang mendambakan kemudahan langkah.
Kelak, saat jembatan gantung ini berdiri dengan megah, ia tidak hanya akan membelah aliran sungai di bawahnya, melainkan menyatukan impian-impian yang sempat terjarak oleh derasnya arus. Di atas titian inilah, anak-anak sekolah akan melangkah dengan senyum lebih cerah menjemput masa depan, dan para petani akan membawa pulang hasil peluh mereka tanpa rasa cemas yang menggelayut.
Pembangunan ini adalah seuntai kisah tentang harapan yang menjadi nyata sebuah jembatan kehidupan yang merajut konektivitas, memeluk erat kebersamaan, dan mengantarkan masyarakat Lengayang menuju gerbang kesejahteraan yang lebih gemilang. (Red)














