PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah masif dalam menjaga ketahanan pangan dan menyukseskan target swasembada pangan nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di Auditorium Gubernuran pada Rabu (8/7/2026). Agenda penting ini dihadiri langsung oleh para bupati dan wali kota se-Sumbar, serta disaksikan oleh Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayana.
Dalam kesepakatan tersebut, Provinsi Sumatera Barat berhasil mengunci luasan LP2B hingga mencapai 166.466,02 hektare. Angka tersebut merepresentasikan 89,92 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS) yang ada di Sumbar. Dengan hasil ini, Sumbar sukses melampaui target yang dipatok oleh pemerintah pusat, yakni sebesar 87 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penetapan kawasan pertanian abadi ini merupakan respons cepat daerah dalam mengejawantahkan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Selain itu, kebijakan ini diperkuat oleh Surat Edaran Bersama antara Menteri ATR/BPN dan Menteri Dalam Negeri. Aturan tersebut menginstruksikan daerah untuk melakukan percepatan pengintegrasian data LP2B ke dalam:
• Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
• Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
Capaian impresif ini menempatkan Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi pelopor di Indonesia yang berhasil menuntaskan kesepakatan LP2B secara menyeluruh dan terintegrasi antar-wilayah.
Keberhasilan ini diklaim bukan sekadar pemenuhan aspek administratif di atas kertas. Penandatanganan komitmen ini akan menjadi kepastian hukum yang kuat bagi sektor pertanian di ranah minang, sekaligus menjadi benteng utama untuk menahan laju alih fungsi lahan sawah yang kian tidak terkendali.
Melalui sinergi dan kolaborasi yang solid antar-kepala daerah ini, Pemprov Sumbar optimistis mampu menjamin ketersediaan logistik dan pangan bagi seluruh masyarakat, baik untuk hari ini maupun bagi generasi yang akan datang. (Red)














