SUMBAR – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat) telah memulai proyek preservasi jalan dan jembatan untuk ruas Padang Sawah hingga Batas Provinsi Sumatera Utara. Proyek infrastruktur ini menelan dana fantastis mencapai Rp8.299.528.000,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi proyek yang dirilis oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, penandatanganan kontrak kerja sama ini telah disepakati sejak 11 Februari 2026 lalu di bawah pengawasan langsung PPK 1.4 Provinsi Sumatera Barat.
Proyek vital ini dikerjakan oleh CV. Teknik Kualiva Engineering selaku kontraktor utama, serta didampingi oleh PT. SEECONS yang ditunjuk sebagai konsultan pengawas guna memastikan mutu dan standar kelayakan jalan terjaga dengan baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun pengerjaan fisik di lapangan sudah mulai berjalan sejak tanggal 12 Februari 2026. Pihak kontraktor ditargetkan untuk menyelesaikan seluruh cakupan proyek preservasi ini dalam waktu 324 hari kalender.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kemantapan jalan lintas provinsi, memperlancar arus logistik, serta mendongkrak perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Melalui momentum ini, pemerintah juga kembali mengingatkan masyarakat bahwa pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan ini dibiayai penuh oleh dana yang dihimpun dari pajak yang dibayarkan oleh warga negara.
Dimulainya proyek preservasi ini langsung mendapat respons positif dan disambut baik oleh para pengguna jalan yang setiap harinya menggantungkan hidup di jalur lintas barat Sumatera tersebut. Perbaikan kualitas jalan dan jembatan ini dinilai menjadi angin segar yang telah lama dinantikan.
Ronal (38), seorang sopir travel rute Padang – Medan, mengungkapkan rasa leganya saat diwawancarai di salah satu tempat istirahat tak jauh dari lokasi proyek. Menurutnya, kondisi jalan yang mantap akan sangat memangkas waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan penumpangnya.
“Sebagai sopir travel, jalan yang mulus itu urat nadi kami. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat dari Tim Satker BPJN Wilayah I Sumbar yang tanggap melihat kondisi lapangan. Kami juga perhatikan rekanan kontraktor di lapangan bekerja sangat profesional; rambu-rambu proyek dipasang dengan jelas dan pengaturan lalu lintasnya rapi, jadi tidak membuat macet parah,” ujar Ronal, (9/7).
Apresiasi senada juga datang dari kendaran logistik. Dani (42), seorang sopir truk angkutan barang box yang rutin membawa pasokan sembako antarprovinsi, menyebutkan bahwa profesionalisme pekerja di lapangan membuat para pengemudi merasa lebih aman saat melintas, terutama di titik-titik rawan.
“Membawa mobil box dengan muatan penuh itu punya risiko tinggi kalau jalannya berlubang atau bergelombang. Alhamdulillah, dengan adanya preservasi ini, perjalanan kami jadi lebih aman. Terima kasih kepada pihak Kementerian PU dan kontraktor yang bekerja profesional di lapangan. Semoga pengerjaannya selesai tepat waktu tanpa kendala,” pungkas Dani.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara ketegasan pengawasan dari Satker PJN Wilayah I Sumbar dan profesionalisme CV. Teknik Kualiva Engineering di lapangan, masyarakat optimis jalur Padang Sawah hingga Batas Sumut ini akan segera bertransformasi menjadi jalur logistik dan transportasi yang aman, nyaman, dan bebas hambatan. (Red)














