AGAM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan dan Jembatan Wilayah III pada Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin infrastruktur. Langkah strategis ini direalisasikan melalui pelaksanaan pekerjaan penghamparan rigid beton mutu FC 15 MPa di kawasan Koto Tuo, yang berada pada ruas jalan vital Manggopoh – Padang Luar dengan nomor link P.025.
Rangkaian pekerjaan ini digulirkan secara terstruktur dengan mengutamakan presisi teknis. Sebelum proses pengecoran dimulai, tim teknis di lapangan terlebih dahulu melakukan persiapan lokasi yang matang, pemeriksaan komprehensif terhadap kondisi eksisting lahan, serta pemasangan bekisting secara akurat. Langkah krusial ini diambil guna memastikan elevasi dan ketebalan beton benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Setelah tahap persiapan dinyatakan memenuhi standar, proses dilanjutkan dengan penghamparan beton mutu FC 15 MPa secara merata di sepanjang titik target. Guna meminimalkan timbulnya rongga udara di dalam struktur, tim pekerja langsung menerapkan proses pemadatan intensif. Langkah ini sangat esensial agar beton mampu mencapai tingkat kepadatan optimal, yang kemudian diikuti dengan proses perataan permukaan (finishing) serta perawatan beton (curing) untuk menjaga kualitas hidrasi semen agar kekuatannya berkembang sempurna sesuai dengan umur rencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di samping mengejar target fisik, Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat juga menempatkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta keselamatan publik sebagai prioritas utama selama proyek berlangsung. Di lokasi kerja, manajemen arus lalu lintas diterapkan secara ketat demi mencegah kemacetan, dilengkapi dengan pemasangan garis pembatas area kerja (barricade tape) kuning-hitam sebagai rambu pengaman bagi pengendara yang melintas. Para pekerja pun diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi diri dari paparan material korosif dan risiko cedera lapangan seperti:
- Rompi keselamatan (Safety Vest): Harus memiliki reflektor (menyala) agar terlihat jelas oleh pengguna jalan, terutama saat malam hari.
- Helm proyek (Safety Helmet): Melindungi kepala dari kejatuhan material.
- Sepatu pelindung (Safety Shoes/Boot): Anti-slip dan memiliki pelindung ujung kaki dari benda tajam atau berat.
- Masker dan Kacamata Pelindung: Melindungi pernapasan dan mata dari debu, aspal panas, atau serpihan material.
Respons positif pun datang langsung dari para pengguna jalan yang setiap harinya melintasi jalur penghubung Manggopoh – Padang Luar ini. Beberapa pengendara mengaku sangat terbantu dengan kesigapan penanganan jalan rusak tersebut. Meski sempat diberlakukan sistem arus lalu lintas berkala, para pengemudi menilai pengaturan di lapangan sangat tertib sehingga tidak memicu antrean kendaraan yang mengular panjang. “Kami sangat bersyukur bagian jalan yang berlubang dan amblas ini diperbaiki dengan cor beton. Sebagai pengendara, jalur ini sekarang terasa jauh lebih aman dan nyaman untuk dilalui,” ungkap salah seorang warga setempat, (17/7).
Apresiasi besar juga patut diberikan kepada pihak rekanan pelaksana yang telah menunjukkan komitmen kerja tinggi dan profesionalisme tinggi di lapangan. Seluruh tahapan pengerjaan beton rigid ini mampu diselesaikan tepat waktu dengan tetap menjaga standar kualitas material yang prima. Keberhasilan penyelesaian proyek ini tidak lepas dari pengawasan ketat, berlapis, dan berkesinambungan yang dilakukan oleh jajaran pengawas teknis UPTD Wilayah III Dinas BMCKTR Sumbar. Sinergi yang solid antara ketegasan pengawasan dinas dan profesionalisme kerja rekanan terbukti mampu menghadirkan hasil infrastruktur yang berkualitas tinggi bagi publik.
Melalui realisasi kegiatan pemeliharaan rutin ini, kondisi konektivitas pada ruas jalan Manggopoh – Padang Luar diharapkan dapat semakin mantap dan tangguh. Infrastruktur jalan yang representatif tidak hanya akan memberikan kenyamanan dan keamanan optimal bagi para pengguna jalan, melainkan juga menjadi urat nadi utama dalam mendukung kelancaran mobilitas logistik masyarakat serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. (Red)















