SUMBAR – Seorang nasabah Bank Nagari mengeluhkan transaksi pengiriman uang dari mitra kerjanya yang tak kunjung masuk ke rekening pribadinya. Keterlambatan ini diketahui setelah pihak pengirim membagikan bukti riwayat transaksi melalui pesan singkat WhatsApp.
Berdasarkan data yang dihimpun, transaksi transfer antarbank tersebut dikirimkan melalui aplikasi BRImo pada Sabtu (18/7/2026) pukul 12:24 WIB. Pengirim mentransfer dana sebesar Rp506.500 ke nomor rekening Bank Nagari 100602100XXXXX. Namun, hingga berita ini diturunkan, dana tersebut belum juga efektif diterima oleh pihak nasabah Bank Nagari.
Setelah ditelusuri melalui bukti tangkapan layar (screenshot) riwayat aktivitas BRImo yang dikirimkan, penyebab kendala ini menjadi terang. Status transaksi transfer tersebut ternyata belum berhasil sepenuhnya, melainkan masih tertahan dengan status “Diproses” yang ditandai dengan indikator berwarna oranye. Kondisi ini berbeda dengan beberapa transaksi lainnya di hari yang sama yang sudah berstatus “Sukses” dengan indikator hijau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterlambatan dengan status “Diproses” pada aplikasi perbankan digital umumnya dipicu oleh adanya pemeliharaan sistem (maintenance) atau gangguan jaringan komunikasi data antarbank pada saat transaksi dieksekusi.
Menanggapi kendala interbank seperti ini, pihak perbankan biasanya mengimbau nasabah pengirim untuk menunggu proses sinkronisasi dan rekonsiliasi data otomatis dalam kurun waktu 1×24 jam. Sistem akan secara otomatis menentukan apakah transaksi akan diteruskan hingga berstatus Sukses ke rekening penerima, atau dibatalkan (Gagal) dengan mengembalikan saldo (refund) ke rekening pengirim.
Jika dalam batas waktu tersebut status transaksi tidak berubah dan saldo pengirim sudah terpotong, pihak pengirim disarankan untuk segera melaporkan permasalahan ini ke pihak Customer Service BRI dengan menyertakan nomor referensi transaksi guna pelacakan lebih lanjut.
Sementara itu, nasabah Bank Nagari selaku pihak penerima tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya atas keterlambatan ini. Ia mengaku sangat dirugikan karena dana tersebut sedianya akan digunakan untuk keperluan yang mendesak pada hari itu.
”Tentu saya sangat kecewa dan merasa digantung. Uang itu harusnya saya pakai untuk keperluan penting sore itu, tetapi karena statusnya cuma ‘Diproses’ dan tidak jelas kapan masuknya, semua rencana saya jadi berantakan. Jual beli online atau urusan mendesak bisa batal kalau sistem bank sering error seperti ini,” keluh nasabah yang enggan disebutkan namanya tersebut dengan nada kesal.
Ia pun berharap pihak perbankan dapat segera meningkatkan keandalan sistem transfer antarbank agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat luas selaku konsumen. (Red)















