PADANG – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang baru-baru ini berkolaborasi dengan Dinas PUPR Kota Padang melakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Batang Arau, Padang. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus meminimalisir risiko banjir dan genangan di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, progres pengerukan telah mencapai ±150 meter dari total target penanganan sepanjang ±280 meter. Pekerjaan dilakukan pada dua titik strategis, yakni di sekitar Jembatan Siti Nurbaya dan kawasan Seberang Palinggam.
Dalam pelaksanaannya, BWS Sumatera V Padang menerjunkan dua unit alat berat berupa excavator jenis amphibi dan long arm. Sementara itu, Dinas PUPR Kota Padang memberikan dukungan operasional dengan mengerahkan satu unit excavator standar serta sepuluh unit dump truck untuk mengangkut material kerukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh material hasil pengerukan sungai langsung diarahkan menuju area disposal yang berlokasi di tepi Sungai Batang Arau, tepatnya di kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjaga fungsi Sungai Batang Arau agar tetap optimal, tetapi juga mendukung pengelolaan sungai yang berkelanjutan. Lebih jauh lagi, inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan sungai.
Upaya normalisasi ini disambut hangat oleh warga sekitar yang telah lama mendambakan kondisi sungai yang lebih bersih dan lancar. Salah seorang warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas langkah cepat pemerintah tersebut.
”Kami sangat berterima kasih kepada BWS Sumatera V dan Dinas PUPR yang telah turun langsung melakukan pengerukan ini. Sebelumnya, kami cukup khawatir saat musim hujan karena air sering meluap akibat sedimentasi yang tebal. Dengan adanya pengerukan ini, rasa cemas warga jauh berkurang,” ujarnya, (27/7).
Selain meminimalisir risiko banjir, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi ekosistem Sungai Batang Arau. Melalui pengangkatan sedimentasi yang rutin dilakukan, kualitas air diharapkan menjadi lebih terjaga dan kebersihan sungai pun semakin terpelihara.
Sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat ini mencerminkan semangat pelestarian sungai yang berkelanjutan. Diharapkan, kawasan tepian Sungai Batang Arau ke depannya dapat menjadi ruang publik yang lebih asri, aman, serta menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Kota Padang. (Red)















