Pulihkan Layanan Irigasi 2.461 Hektare Sawah, BWS Sumatera V Padang Kebut Rehabilitasi D.I. Panti Rao Pasaman

- Editor

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang tengah mempercepat pelaksanaan proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Panti Rao di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan saluran parah, sekaligus mengembalikan layanan pengairan bagi ribuan hektare lahan pertanian produktif masyarakat setempat.

​Proyek infrastruktur vital ini ditargetkan dapat merampungkan penanganan kerusakan saluran secara menyeluruh agar layanan pengairan kembali optimal. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, pemulihan fungsi irigasi ini secara langsung akan menyelamatkan sekaligus mengoptimalkan kembali suplai air pada areal persawahan seluas 2.461,8 hektare yang tersebar di wilayah terdampak Kabupaten Pasaman.

​Kerusakan saluran irigasi yang terjadi selama beberapa waktu terakhir telah menjadi kendala utama bagi para petani dalam mengolah lahan mereka secara maksimal. Dengan adanya rehabilitasi berskala besar ini, BWS Sumatera V Padang berkomitmen untuk mengembalikan hak kelayakan air bagi sektor pertanian guna mendongkrak ketahanan pangan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dampak positif dari selesainya proyek rehabilitasi ini diproyeksikan tidak hanya sekadar mengalirkan air, melainkan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah tersebut menjadi 156,31%. Peningkatan indeks ini berarti rata-rata lahan sawah milik petani yang sebelumnya pasif atau terbatas kini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tanam hingga sekitar 1,56 kali dalam satu tahun penuh.

​Guna mendukung target capaian produktivitas tersebut, pola tanam baru yang disosialisasikan dan diterapkan di kawasan D.I. Panti Rao adalah pola kombinasi padi-padi-palawija. Pola ini dinilai optimal dalam menjaga kesuburan tanah dan memutus siklus hama, sekaligus memberikan diversifikasi hasil panen yang lebih menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat petani Kabupaten Pasaman.

​Hingga saat ini, pekerjaan di lapangan terus dikebut dengan mengerahkan alat-alat berat untuk normalisasi dan pembetonan dinding saluran irigasi yang rusak. Masyarakat tani menyambut baik realisasi proyek rehabilitasi ini dan berharap pasokan air segera mengalir lancar demi meningkatkan taraf hidup dan perekonomian sektor pertanian di Pasaman.

Kelancaran dan keseriusan pengerjaan fisik di lapangan memicu respons positif serta rasa optimisme yang besar dari masyarakat tani setempat. Kehadiran air irigasi yang selama ini dinanti dinilai akan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi sektor pertanian di kawasan D.I. Panti Rao.

​Yogi (48), salah seorang petani penerima manfaat di Kabupaten Pasaman, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas realisasi program rehabilitasi ini. Menurutnya, kepastian perbaikan saluran irigasi ini memberikan secercah harapan baru bagi keberlangsungan hidup keluarganya dan ratusan petani lain.

​”Sudah lama kami kesulitan mengatur air karena saluran banyak yang pecah dan rusak. Dengan adanya perbaikan ini, kami sangat bersyukur. Sawah kami tidak akan kekeringan lagi, dan kami bisa mulai bersiap menanam padi dengan tenang tanpa perlu cemas memikirkan pasokan air,” ujar Yogi (16/7) penuh haru.

​Lebih lanjut, masyarakat tani juga melayangkan apresiasi yang tinggi kepada pihak rekanan pelaksana yang dinilai bekerja secara profesional dan konsisten menjaga ritme pengerjaan di lapangan. Kecepatan dan ketepatan penanganan di titik-titik kerusakan dinilai memperkecil potensi keterlambatan distribusi pengairan ke sawah-sawah warga.

​Rasa hormat dan apresiasi khusus turut dialamatkan kepada Satuan Kerja (Satker) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa BWS Sumatera V Padang. Langkah pengawasan yang ketat dan melekat secara kontinu di lokasi proyek dianggap sebagai kunci utama kualitas konstruksi di lapangan berjalan lurus sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.

​”Kami melihat sendiri bagaimana pihak dinas, baik Satker maupun PPK BWS Sumatera V, rutin turun langsung mengecek ke lokasi. Pengawasan mereka sangat ketat terhadap rekanan, memastikan adukan semen dan ketebalan dinding beton saluran dikerjakan dengan benar. Ketegasan seperti inilah yang kami butuhkan agar bangunan irigasi ini bisa awet dan bertahan untuk jangka panjang bagi anak cucu kami kelak,” pungkasnya.

​Dengan sinergi dan pengawasan berlapis yang ditunjukkan oleh jajaran internal BWS Sumatera V Padang serta komitmen kuat dari pihak rekanan, proyek rehabilitasi D.I. Panti Rao diharapkan dapat rampung tepat waktu. Pola pengelolaan infrastruktur yang disiplin ini menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam melayani rakyat demi tercapainya kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Pasaman.  (Red)

Follow WhatsApp Channel radarminang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Daya Tahan Jalur Logistik, Satker PJN Wilayah II Sumbar Genjot Perkerasan Beton FS 45 MPa di Gunung Talang
Satu Pagi, Kopi Banda Kali, dan Cerita Jembatan Gantung Koto Rawang
Cegah Luapan Banjir, Dinas SDA Sumbar Kucurkan Rp2,5 Miliar Buat Tanggul Batang Paku
Pangkas Waktu Tempuh, Jalan Mulus Surian – Padang Aro Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pulihkan Konektivitas Pasca-Banjir Bandang, 3 Jembatan Gantung di Pesisir Selatan Resmi Beroperasi
Jembatan Gantung Limau Gadang – Batu Kunik Selesai, Siap Tingkatkan Perekonomian Warga Pesisir Selatan
BPJN Sumatra Barat Buka Uji Coba Jembatan Jeruai Lebih Cepat dari Jadwal Usai Jembatan Bailey Terdampak Cuaca Ekstrem
Profesional Garap Proyek Pagar TPU Tunggul Hitam, CV. Anindia Dirgantara Indo Tuai Apresiasi Warga
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:02 WIB

Tingkatkan Daya Tahan Jalur Logistik, Satker PJN Wilayah II Sumbar Genjot Perkerasan Beton FS 45 MPa di Gunung Talang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Satu Pagi, Kopi Banda Kali, dan Cerita Jembatan Gantung Koto Rawang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Cegah Luapan Banjir, Dinas SDA Sumbar Kucurkan Rp2,5 Miliar Buat Tanggul Batang Paku

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Pangkas Waktu Tempuh, Jalan Mulus Surian – Padang Aro Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pulihkan Konektivitas Pasca-Banjir Bandang, 3 Jembatan Gantung di Pesisir Selatan Resmi Beroperasi

Berita Terbaru

Blog

Menata Risiko di Bawah Bayang-Bayang Gunung Talang

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:34 WIB