PADANG – Langit Kota Padang mendadak gelap gulita pada Senin sore (3/8/2026). Curah hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur tanpa ampun sejak siang hari telah mengubah wajah kota tercinta menjadi lautan cokelat. Nyaris seluruh kecamatan tak luput dari amukan air bah; debit sungai melonjak drastis, menjebol tanggul-tanggul, dan menyapu pemukiman warga dalam hitungan jam.
Di tengah situasi yang mencekam dan kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri ke tempat tinggi, pimpinan tertinggi Kota Padang tidak tinggal diam. Tanpa menunggu air surut, Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir langsung bergerak menerobos kepungan banjir demi hadir di garis depan, memastikan keselamatan nyawa setiap warga yang terancam.
Mengenakan pakaian lapangan, Wali Kota Fadly Amran terjun langsung ke titik paling kritis di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Di lokasi ini, amukan Sungai Batang Kuranji meluap dahsyat, menenggelamkan rumah-rumah warga hingga dada orang dewasa. Dengan suara berderu di tengah derasnya arus, Fadly memantau langsung proses evakuasi yang menegangkan, memastikan tim penyelamat tidak melebihi detik-detik berharga untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Prioritas utama kita hari ini adalah keselamatan nyawa warga. Pastikan evakuasi berjalan cepat, tidak boleh ada warga yang tertinggal di zona bahaya!” seru Wali Kota disituasi penuh ketegangan.

Tak kalah genting, Wakil Wali Kota Maigus Nasir juga bergerak cepat membelah arus banjir menuju wilayah Kecamatan Nanggalo. Dengan sigap, Maigus meninjau langsung titik-titik parah di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kurao Pagang, hingga Kampung Lapai. Di tengah genangan air keruh dan rintik hujan yang belum juga reda, ia menyapa warga yang ketakutan di pengungsian, memberikan ketenangan, sekaligus menginstruksikan pengerahan logistik darurat secepat kilat.
Jeritan tangis anak-anak dan kepayahan para lansia yang harus dievakuasi menggunakan perahu karet menjadi pemandangan yang menyayat hati dalam tragedi sore itu. Namun, kehadiran para pemimpin kota di tengah amukan air memberikan secercah harapan di tengah bencana.
Hingga malam menjelang, posko-posko darurat dan tim gabungan dari BPBD, Damkar, serta relawan terus berjibaku di bawah kegelapan malam. Kota Padang kini berstatus siaga penuh. Pemerintah berkejaran dengan waktu untuk memastikan bantuan makanan, selimut, dan tempat berlindung sementara tersalurkan kepada ribuan jiwa yang terdampak sebelum malam semakin larut. (Red)















