PADANG, SUMATERA BARAT – Isu mengenai adanya “galian misterius” yang sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat Sumatera Barat akhirnya terjawab. Galian-galian tersebut merupakan bagian dari program pengeboran sumur dalam yang dilakukan oleh TNI untuk mengatasi krisis air bersih pasca-banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Program ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Program ini kemudian dilaksanakan melalui jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dan Paldam, dengan target menyasar sekitar 4.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan akibat infrastruktur air bersih yang rusak setelah banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejauh ini, TNI telah berhasil menuntaskan pengeboran di 70 titik di seluruh wilayah Sumatera Barat. Kolonel CPL Ramin, Kapaldam XX/Tuanku Imam Bonjol, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Ini memang titipan rakyat. Tenang saja, ini bukan penambangan ilegal,” ujar Kolonel CPL Ramin.

Senada dengan hal tersebut, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, Komandan Kodim 0319/Mentawai, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan program unggulan Kasad untuk memastikan akses air bersih kembali tersedia bagi seluruh kalangan masyarakat melalui program sumur bor.
Dampak dari program ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan terpaksa menampung air hujan atau mengangkat air secara manual. Salah satu warga mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini karena ia dan keluarga tidak perlu lagi mencari air ke luar rumah dengan susah payah.
“Terima kasih banyak bapak-bapak TNI. Baru datang saya sempat ragu, tapi ternyata jadinya membantu saya,” ungkap seorang warga dengan haru.
Melalui program ini, masyarakat Sumatera Barat kini memiliki akses air bersih yang lebih layak, sejalan dengan semboyan yang diusung dalam aksi kemanusiaan ini. “Negara Hadir Untuk Rakyat.”
(Red)















