PADANG PARIAMAN – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus menggenjot infrastruktur pendukung sektor pertanian di Sumatera Barat. Salah satu langkah strategis yang kini tengah berjalan adalah proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Sekunder di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Berdasarkan papan informasi proyek, pengerjaan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp9.580.510.000,00 di bawah naungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang. Kontrak pekerjaan yang ditandatangani pada 24 April 2026 ini menunjuk CV. Arfan Nafisha Pratama sebagai kontraktor pelaksana, dengan pengawasan teknis oleh PT. Pilar Nawa Seta (KSO) dan CV. Boarta Lestari Consultant.
Kehadiran proyek ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Para petani mengaku sangat bersyukur karena dengan adanya perbaikan ini, aliran air ke lahan pertanian mereka menjadi lebih terjamin. Mereka optimis, setelah proyek ini rampung dalam 252 hari kalender, produktivitas hasil tani akan meningkat signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya di sektor pertanian, dampak ekonomi juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil. Pemilik warung di sekitar lokasi melaporkan peningkatan transaksi harian, terutama saat jam istirahat pekerja proyek. Masyarakat pun mengapresiasi langkah CV. Arfan Nafisha Pratama dan tim Satker BWS Sumatera V yang dinilai responsif dalam merangkul warga. Selain membuka lapangan kerja lokal, manajemen proyek yang humanis membuat warga merasa dilibatkan dalam kemajuan daerahnya sendiri.
Lebih dari sekadar tumpukan material dan deru alat berat, proyek ini telah menjadi jembatan keakraban antara pekerja dan warga desa. Di sela-sela jam istirahat, canda tawa antara para pekerja dengan pemilik warung atau petani yang melintas menjadi pemandangan yang menyejukkan. Bagi warga, kontraktor bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan tetangga sementara yang ikut berjuang demi masa depan desa yang lebih makmur.
Keberhasilan sebuah proyek infrastruktur, pada akhirnya, bukan hanya diukur dari tepatnya waktu pengerjaan atau megahnya hasil fisik, melainkan dari senyum puas petani yang melihat air irigasi kembali mengalir deras ke sawah mereka, serta kehangatan ekonomi warga yang terus terjaga. Sinergi yang terbangun di Batang Anai ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang menyentuh hati masyarakat akan memberikan hasil yang jauh lebih bermakna. (Red)















