SUMBAR – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) resmi memulai pembangunan kembali Jembatan Manunggal yang berlokasi di ruas jalan Kubu Kerambil-Batusangkar (P.035), Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar.
Proyek ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memulihkan aksesibilitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana galodo sekitar tiga tahun lalu. Pembangunan jembatan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 240 hari kalender. Jembatan baru tersebut akan dibangun dengan spesifikasi teknis yang mengutamakan ketahanan struktur, menggunakan fondasi sumuran pada kedua abutment serta struktur atas berupa girder baja komposit Kelas B dengan bentang sepanjang 20 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan ini adalah bentuk komitmen Pemprov Sumbar dalam menghadirkan infrastruktur yang kokoh, aman, dan andal. Harapannya, setelah jembatan ini berdiri, konektivitas antarwilayah dapat kembali lancar, tingkat keselamatan pengguna jalan meningkat, dan secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tanah Datar,” ujar pihak terkait.
Lebih lanjut, pihak Dinas BMCKTR menekankan bahwa selama proses pengerjaan, kontraktor pelaksana diwajibkan untuk tetap menjaga kualitas konstruksi serta memprioritaskan keselamatan dan keamanan kerja (K3). Hal ini dilakukan demi memastikan pembangunan berjalan tepat waktu dan hasilnya dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dengan dimulainya pembangunan ini, warga di sekitar Kecamatan Lima Kaum kini menaruh harapan besar agar akses transportasi di wilayah mereka kembali normal, sekaligus menjadi simbol bangkitnya infrastruktur daerah pascabencana.
Kehadiran proyek ini pun disambut antusias oleh masyarakat setempat, terutama para pengguna jalan yang selama ini harus menempuh jalur alternatif lebih jauh. Tanto, salah seorang warga yang kerap melintasi ruas jalan tersebut, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas langkah cepat yang diambil pemerintah.
“Kami sangat bersyukur pembangunan jembatan ini akhirnya dimulai. Terima kasih kepada pihak Dinas BMCKTR Sumbar dan kontraktor. Semoga proses pengerjaannya berjalan lancar, sehingga jembatan ini nantinya bisa selesai tepat waktu dengan kualitas yang terjaga (tepat mutu), agar manfaatnya segera bisa kami rasakan kembali,” ungkapnya (20/7) penuh harap.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas BMCKTR menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat di lapangan guna memastikan pengerjaan Jembatan Manunggal memenuhi standar teknis dan harapan masyarakat, sehingga menjadi prasarana yang benar-benar memberikan solusi jangka panjang bagi mobilitas warga Tanah Datar. (Red)















