Dulu ‘Kubangan Kerbau’, Kini Jalan Solok Selatan–Dharmasraya Mulus Bak Permadani Hitam, Warga Mengaku Haru

- Editor

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK SELATAN – 14 JULI 2026 – Mimpi masyarakat di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Dharmasraya untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya terwujud. Ruas jalan Sungai Sungkai – Log Batu Sandi yang dulunya ibarat “kubangan kerbau mini” karena kondisinya yang rusak parah dan berlumpur, kini telah bertransformasi total menjadi jalan aspal yang mulus, laiknya “hamparan permadani hitam” yang membentang di tengah perbukitan hijau.

Perubahan signifikan ini merupakan hasil nyata dari intervensi Pemerintah Pusat melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD). Pengerjaan proyek strategis ini dilaksanakan sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan data teknis dari papan proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini memiliki tajuk resmi “Peningkatan Jalan S. Sungkai – Log Batu Sandi / Batas Dharmasraya”, dengan lokasi spesifik di Kabupaten Solok Selatan. Pekerjaan ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi ini menelan biaya yang tidak sedikit. Nilai kontrak proyek fantastis ini mencapai Rp 65.177.490.000 (Enam Puluh Lima Miliar Seratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah). Kontraktor yang ditunjuk sebagai pelaksana adalah PT. Arafah Alam Sejahtera, di bawah pengawasan konsultan supervisi KSO PT. Eskapindo Matra, PT. Jasa Mitra Manunggal, dan PT. Indec Internusa.

Peningkatan status jalan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi merupakan upaya strategis untuk memperkuat konektivitas antar-wilayah. Hadirnya jalan aspal mantap ini membuka aksesibilitas yang jauh lebih baik bagi masyarakat.

Dampak positifnya mulai dirasakan langsung. Mobilitas warga kini semakin lancar, waktu tempuh antar-kabupaten terpangkas drastis, dan yang paling krusial, biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan seperti karet dan sawit menjadi jauh lebih efisien. Perekonomian daerah di kedua kabupaten pun diharapkan akan tumbuh pesat seiring dengan kemudahan akses pasar.

“Karena setiap ruas jalan yang terbangun bukan hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata dan membuka peluang menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” tulis pesan resmi tersebut, yang juga mengampanyekan jargon KemenPU. ‘Sigap Membangun Negeri Untuk Rakyat’.

Warga setempat yang saban hari melintasi jalur tersebut tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya. Salah seorang warga, dengan mata berbinar dan senyum lebar, mengungkapkan betapa besarnya perubahan yang mereka rasakan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali. Dulu jangankan mobil, motor saja sering terbenam kalau lewat sini. Sekarang jalan kami sudah rancak (bagus), seperti aspal di kota-kota besar,” ungkapnya penuh haru.

Apresiasi mendalam juga mengalir dari para petani dan pekebun lokal yang selama ini menjadi pihak paling terdampak saat jalanan masih berupa tanah berlumpur. Mereka mengaku, transformasi jalan ini laksana berkah yang mengubah hajat hidup orang banyak.

Kini, truk-truk pengangkut hasil bumi dapat melaju tanpa hambatan, memastikan komoditas pertanian sampai ke pasar dalam kondisi segar dan tepat waktu. Peningkatan infrastruktur dari program IJD ini benar-benar tidak hanya memuluskan jalur transportasi, tetapi juga berhasil mengalirkan urat nadi perekonomian baru dan mengukir senyum di wajah masyarakat Solok Selatan hingga Dharmasraya.  (Red)

 

Follow WhatsApp Channel radarminang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Daya Tahan Jalur Logistik, Satker PJN Wilayah II Sumbar Genjot Perkerasan Beton FS 45 MPa di Gunung Talang
Satu Pagi, Kopi Banda Kali, dan Cerita Jembatan Gantung Koto Rawang
Cegah Luapan Banjir, Dinas SDA Sumbar Kucurkan Rp2,5 Miliar Buat Tanggul Batang Paku
Pangkas Waktu Tempuh, Jalan Mulus Surian – Padang Aro Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pulihkan Konektivitas Pasca-Banjir Bandang, 3 Jembatan Gantung di Pesisir Selatan Resmi Beroperasi
Jembatan Gantung Limau Gadang – Batu Kunik Selesai, Siap Tingkatkan Perekonomian Warga Pesisir Selatan
BPJN Sumatra Barat Buka Uji Coba Jembatan Jeruai Lebih Cepat dari Jadwal Usai Jembatan Bailey Terdampak Cuaca Ekstrem
Profesional Garap Proyek Pagar TPU Tunggul Hitam, CV. Anindia Dirgantara Indo Tuai Apresiasi Warga
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:02 WIB

Tingkatkan Daya Tahan Jalur Logistik, Satker PJN Wilayah II Sumbar Genjot Perkerasan Beton FS 45 MPa di Gunung Talang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Satu Pagi, Kopi Banda Kali, dan Cerita Jembatan Gantung Koto Rawang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Cegah Luapan Banjir, Dinas SDA Sumbar Kucurkan Rp2,5 Miliar Buat Tanggul Batang Paku

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Pangkas Waktu Tempuh, Jalan Mulus Surian – Padang Aro Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pulihkan Konektivitas Pasca-Banjir Bandang, 3 Jembatan Gantung di Pesisir Selatan Resmi Beroperasi

Berita Terbaru

Blog

Menata Risiko di Bawah Bayang-Bayang Gunung Talang

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:34 WIB