PADANG – 18 AGUSTUS 2026 – Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, masyarakat Sumatera Barat melalui Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) bersama berbagai pihak terkait mengirimkan bantuan kemanusiaan sebanyak 5 ton rendang bagi para korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan makanan khas Minang ini dikirimkan secara bertahap menggunakan armada pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pada tahap awal, pengiriman dilakukan seberat 700 kilogram. Sebanyak 500 kilogram diterbangkan langsung dari Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau, sementara 200 kilogram sisanya diberangkatkan melalui Jakarta.
Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar, menjelaskan bahwa pemilihan rendang sebagai bentuk bantuan didasarkan pada ketahanan makanan tersebut yang awet dan tahan lama, serta memiliki cita rasa yang lezat dan siap saji.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini wujud kepedulian kita. Dulu pada tahun 2009 saat kita ditimpa gempa, seluruh tanah air termasuk NTT ikut membantu. Hari ini saudara kita di NTT mengalami hal yang sama, sehingga LKAAM beserta Gubernur Minang dan unsur lainnya membantu target 5 ton rendang secara bertahap agar meringankan beban warga yang rumahnya runtuh dan keluarganya berduka,” ujar Fauzi Bahar.
Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat rangkaian gempa tektonik yang terjadi sejak Minggu (16/08/2026) hingga Senin (17/08/2026). Berdasarkan data sementara, bencana tersebut menyebabkan 54 orang meninggal dunia serta menimbulkan kerusakan bangunan yang masif di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sikka, dan beberapa wilayah lainnya.
Melalui pengiriman bantuan logistik ini, warga Sumatera Barat berharap dapat sedikit meringankan beban psikologis dan fisik para korban gempa di NTT, sekaligus merekatkan kembali semangat gotong royong antarwilayah di Indonesia. (Red)















