SOLOK SELATAN – 14 JULI 2026 – Mimpi masyarakat di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Dharmasraya untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya terwujud. Ruas jalan Sungai Sungkai – Log Batu Sandi yang dulunya ibarat “kubangan kerbau mini” karena kondisinya yang rusak parah dan berlumpur, kini telah bertransformasi total menjadi jalan aspal yang mulus, laiknya “hamparan permadani hitam” yang membentang di tengah perbukitan hijau.
Perubahan signifikan ini merupakan hasil nyata dari intervensi Pemerintah Pusat melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD). Pengerjaan proyek strategis ini dilaksanakan sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan data teknis dari papan proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini memiliki tajuk resmi “Peningkatan Jalan S. Sungkai – Log Batu Sandi / Batas Dharmasraya”, dengan lokasi spesifik di Kabupaten Solok Selatan. Pekerjaan ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Transformasi ini menelan biaya yang tidak sedikit. Nilai kontrak proyek fantastis ini mencapai Rp 65.177.490.000 (Enam Puluh Lima Miliar Seratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah). Kontraktor yang ditunjuk sebagai pelaksana adalah PT. Arafah Alam Sejahtera, di bawah pengawasan konsultan supervisi KSO PT. Eskapindo Matra, PT. Jasa Mitra Manunggal, dan PT. Indec Internusa.
Peningkatan status jalan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi merupakan upaya strategis untuk memperkuat konektivitas antar-wilayah. Hadirnya jalan aspal mantap ini membuka aksesibilitas yang jauh lebih baik bagi masyarakat.
Dampak positifnya mulai dirasakan langsung. Mobilitas warga kini semakin lancar, waktu tempuh antar-kabupaten terpangkas drastis, dan yang paling krusial, biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan seperti karet dan sawit menjadi jauh lebih efisien. Perekonomian daerah di kedua kabupaten pun diharapkan akan tumbuh pesat seiring dengan kemudahan akses pasar.
“Karena setiap ruas jalan yang terbangun bukan hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata dan membuka peluang menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” tulis pesan resmi tersebut, yang juga mengampanyekan jargon KemenPU. ‘Sigap Membangun Negeri Untuk Rakyat’.
Warga setempat yang saban hari melintasi jalur tersebut tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya. Salah seorang warga, dengan mata berbinar dan senyum lebar, mengungkapkan betapa besarnya perubahan yang mereka rasakan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali. Dulu jangankan mobil, motor saja sering terbenam kalau lewat sini. Sekarang jalan kami sudah rancak (bagus), seperti aspal di kota-kota besar,” ungkapnya penuh haru.
Apresiasi mendalam juga mengalir dari para petani dan pekebun lokal yang selama ini menjadi pihak paling terdampak saat jalanan masih berupa tanah berlumpur. Mereka mengaku, transformasi jalan ini laksana berkah yang mengubah hajat hidup orang banyak.
Kini, truk-truk pengangkut hasil bumi dapat melaju tanpa hambatan, memastikan komoditas pertanian sampai ke pasar dalam kondisi segar dan tepat waktu. Peningkatan infrastruktur dari program IJD ini benar-benar tidak hanya memuluskan jalur transportasi, tetapi juga berhasil mengalirkan urat nadi perekonomian baru dan mengukir senyum di wajah masyarakat Solok Selatan hingga Dharmasraya. (Red)















