BUKITTINGGI – Memasuki bulan keempat sejak penandatanganan kontrak pada 27 Maret 2026 lalu, proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Batas Kota Bukittinggi – Batas Sumatra Utara terus menunjukkan perkembangan positif. Proyek strategis nasional yang didanai oleh APBN TA 2026 dengan nilai total Rp 23.663.500.000,- ini diproyeksikan berjalan sesuai linimasa target yang ditetapkan.
Di bawah pengawasan ketat dan terukur dari Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Sumatra Barat (khususnya PPK 1.3), pihak rekanan pelaksana berkomitmen penuh menjaga mutu dan ritme kerja di lapangan. Sinergi yang kuat antara seluruh unsur pemangku kepentingan menjadi kunci utama kelancaran mobilisasi dan eksekusi proyek interkoneksi antarprovinsi ini.
Akselerasi Multisektor di Lapangan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga pertengahan Juli 2026, PT Aura Mandiri Sejahtera selaku kontraktor pelaksana yang didampingi oleh konsultan supervisi PT SEECONS Kso PT INDEC INTERNUSA, dilaporkan telah bergerak secara simultan pada beberapa titik krusial. Dengan total waktu pelaksanaan 280 hari kalender, progres fisik di lapangan difokuskan pada pemenuhan target-target utama di masing-masing lingkup kerja:
Pemeliharaan dan Rehabilitasi Jalan: Tim lapangan terus memacu pengerjaan segmen rehabilitasi minor (pagu Rp 8,9 miliar) dan rehabilitasi mayor (pagu Rp 6,8 miliar) guna mengembalikan kemantapan permukaan jalan. Bersamaan dengan itu, pemeliharaan rutin kondisi juga berjalan dinamis demi memastikan kenyamanan pengguna jalan selama arus lalu lintas berlangsung.
Mitigasi dan Infrastruktur Jembatan: Penanganan pada titik-titik rawan longsor (pagu Rp 2,6 miliar) terus dikebut sebagai langkah antisipasi dini terhadap cuaca ekstrem. Di sisi lain, program pemeliharaan berkala jembatan dan penunjangan (holding) juga mulai memasuki tahapan krusial untuk menjaga ketahanan struktur penghubung.
Pengawasan Melekat demi Mutu Terbaik
Pihak Satker PJN Wilayah I Sumbar menegaskan bahwa pengawasan melekat dilakukan secara berlapis. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap jengkal pekerjaan mulai dari kualitas material, pemadatan, hingga aspek keselamatan kerja memenuhi standar spesifikasi teknis yang ketat.
Dengan sisa waktu pelaksanaan yang ada, komitmen profesionalisme yang ditunjukkan oleh rekanan serta pengawasan ketat dari tim Satker diharapkan mampu merampungkan proyek ini tepat waktu. Preservasi jalur Bukittinggi – Bts. Sumut ini digadang-gadang akan memperlancar urat nadi logistik sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Apresiasi dan Dampak Langsung bagi Pengguna Jalan
Akselerasi proyek preservasi ini pun mulai dirasakan manfaatnya dan mendapat respons positif dari para pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur penghubung antarprovinsi ini.
Sektor Logistik (Pengemudi Mobil Box): Roni (42), seorang pengemudi mobil box angkutan logistik antarkota, mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan ini. “Dulu di beberapa titik perbatasan jalannya cukup bergelombang dan rawan, bikin waktu tempuh jadi lama karena harus ekstra hati-hati membawa muatan barang. Sekarang, dengan adanya rehabilitasi jalan yang cepat ini, perjalanan jadi lebih stabil, aman, dan bisa memangkas waktu pengiriman,” ujarnya, (12/7)
Sektor Transportasi Publik (Pengemudi Bus): Apresiasi serupa datang dari para pengemudi bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Kehalusan aspal pada segmen yang telah selesai diperbaiki dinilai mampu meningkatkan kenyamanan penumpang secara signifikan serta meminimalisir risiko kerusakan pada suspensi kendaraan besar.
Sektor Angkutan Penumpang (Pengemudi Travel): Sementara itu, para pengemudi mobil travel yang menuntut ketepatan waktu juga merasakan dampak instan. Penanganan cepat pada area rawan longsor dan pemeliharaan rutin dinilai berhasil mengurangi titik-titik kemacetan akibat jalan rusak, sehingga jadwal keberangkatan dan ketibaan penumpang kini menjadi jauh lebih terprediksi.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pengawasan ketat yang terus berjalan, proyek ini diharapkan dapat tuntas sepenuhnya sesuai target, sekaligus menjadi pendorong utama urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat di koridor Sumatra Barat menuju Sumatra Utara. (And)















