SILAUT – Pembangunan jembatan sementara di Silaut, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan infrastruktur nasional, kini memasuki tahap akhir. Proyek yang dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumatera Barat ini dipastikan akan rampung sesuai target.
Jembatan ini digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi baru bagi warga setempat, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan target “Jalan Mantap Nasional”. Dengan akses yang lebih baik, konektivitas dan aktivitas transportasi di wilayah tersebut diharapkan akan jauh lebih lancar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Gina Lamria Tandriati Tampubolon, menegaskan bahwa pihaknya terus memacu progres pekerjaan dengan tetap memprioritaskan mutu dan kualitas struktur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan jembatan sementara Silaut dilaporkan telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, jembatan tersebut akan memasuki tahap uji coba pada akhir bulan Juli,” ujar Gina.
Untuk menjamin keamanan dan kelayakan jembatan sebelum dibuka untuk umum, pihak kontraktor telah menyiapkan rangkaian pengujian teknis yang ketat. Rencananya, jembatan tersebut akan diuji menggunakan kendaraan dengan beban maksimal hingga 25 ton.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kekuatan struktur jembatan benar-benar memenuhi standar teknis dan keselamatan bagi para pengendara yang akan melintas.
“Proses uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan jembatan memenuhi standar teknis dan keselamatan. Setelah seluruh rangkaian pengujian dinyatakan berhasil dan mendapat persetujuan dari pihak berwenang, jembatan diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutup Gina.
Dengan rampungnya proyek ini, warga Silaut diharapkan segera menikmati infrastruktur yang lebih representatif, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada percepatan pergerakan ekonomi di tingkat lokal.
Jembatan ini bukan sekadar bentang beton dan besi yang membelah sunyi; ia adalah harapan yang dibangun di atas komitmen. Kelak, saat roda-roda kendaraan mulai berputar melintasi tumpuan yang kokoh itu, senyum warga pun akan terukir seiring terhubungnya jalan yang kian rancak. Sebab, setiap jengkal infrastruktur yang tertata adalah benang yang merajut mimpi memastikan ekonomi terus berdenyut, bergerak maju, dan membawa kesejahteraan hingga ke ujung jalan. (Red)















