PESISIR SELATAN – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat tengah memacu penyelesaian proyek Pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang – Batu Kunik. Infrastruktur ini berlokasi di kawasan Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Proyek strategis yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025–2026 ini menelan biaya kontrak sebesar Rp 4.654.354.000,00 (termasuk PPN 11%). Menggunakan skema Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract), pengerjaan fisik jembatan ini ditargetkan rampung dalam waktu 240 hari kalender sejak penandatanganan kontrak pada 19 Desember 2025 lalu.
Di lapangan, progres pembangunan jembatan penyeberangan ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Struktur utama jembatan gantung, mulai dari tiang pilar (pylon), kabel baja penyangga, hingga pemasangan panel lantai jembatan, kini sudah mulai tersambung membelah sungai. Satu unit alat berat ekskavator juga disiagakan di dasar sungai guna melakukan penataan batu dan perkuatan tebing di sekitar abutmen jembatan demi menjaga keamanan struktur dari ancaman arus sungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek ini dikerjakan oleh CV. Arifan selaku penyedia jasa (kontraktor pelaksana), serta didampingi oleh PT. Jakarta Rencana Selaras KSO dan PT. Afiza Blimko Konsultan yang bertindak sebagai tim konsultan pengawas.
Keberadaan jembatan gantung ini diharapkan dapat menjadi urat nadi baru bagi mobilitas masyarakat di Limau Gadang dan Batu Kunik. Selain memangkas waktu tempuh, jembatan ini diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian warga setempat yang mayoritas mengandalkan sektor pertanian, sekaligus membuka akses konektivitas yang lebih aman dan andal antarwilayah di Kecamatan IV Jurai.
Pembangunan yang berjalan lancar ini memicu respons positif dan antusiasme yang besar dari masyarakat setempat. Perwakilan warga Limau Gadang mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Tim Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat.
Warga menilai, di bawah pengawasan yang ketat dan konsisten dari tim Satker PJN, pihak rekanan atau kontraktor pelaksana dapat bekerja secara profesional, menjaga kualitas infrastruktur, dan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja di lapangan.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja Tim Satker PJN Wilayah II Sumbar. Berkat ketegasan dan pengawasan ketat mereka, para pekerja di lapangan terlihat sangat profesional dan progresnya cepat terlihat. Jembatan ini sudah lama kami impikan, dan melihat pembangunannya berjalan dengan baik seperti ini membuat kami optimis akses transportasi kami akan jauh lebih mudah dan aman dalam waktu dekat,” ujar salah seorang masyarakat setempat, (14/7).
Dengan profesionalisme yang ditunjukkan oleh semua pihak yang terlibat, masyarakat berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu tanpa kendala berarti, sehingga manfaatnya bisa segera langsung dirasakan oleh seluruh warga di Kecamatan IV Jurai. (Ef)















