PADANG – 23 JULI 2027 – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang saat ini tengah melaksanakan proyek rehabilitasi pada prasarana air baku Intake Lubuk Paraku, Kota Padang. Langkah ini diambil sebagai upaya pemulihan dan peningkatan fungsi infrastruktur vital tersebut pascabencana banjir dan galodo yang melanda kawasan itu pada 25-27 November 2025 lalu.
Intake Lubuk Paraku memiliki peran strategis sebagai sumber air baku utama bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gadut, yang melayani kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah selatan Kota Padang. Kerusakan infrastruktur akibat bencana sebelumnya telah menyebabkan terganggunya distribusi air yang berdampak signifikan pada layanan PDAM.
“Rehabilitasi ini sangat krusial untuk memulihkan keandalan sistem air baku kita. Fokus utamanya adalah agar infrastruktur dapat kembali beroperasi secara optimal dan berkelanjutan guna mendukung kebutuhan air masyarakat,” ujar pihak terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek ini ditargetkan rampung dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender. Selama masa perbaikan, diharapkan sistem dapat segera kembali berfungsi normal sehingga kekhawatiran mengenai krisis air bersih bagi pelanggan dapat diatasi.
Data menunjukkan bahwa gangguan pada Intake Lubuk Paraku berpotensi berdampak pada layanan air di Kecamatan Padang Selatan dan Padang Barat. Tercatat sekitar 1.500 hingga 2.000 pelanggan PDAM di wilayah tersebut sangat bergantung pada pasokan air baku dari intake ini.
Dengan dilaksanakannya rehabilitasi ini, BWS Sumatera V Padang berkomitmen untuk memastikan ketahanan infrastruktur air baku di Kota Padang lebih baik di masa depan, sehingga keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat dapat terus terjaga. (Red)















