SUMBAR – Kementerian Pekerjaan Umum terus berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur jalan nasional di Sumatera Barat. Melalui Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumatera Barat, PPK 1.5 saat ini tengah melaksanakan program preservasi jalan dan jembatan pada ruas vital Lubuk Alung–Pariaman–Padang Sawah.
Program pemeliharaan ini menjadi prioritas mengingat ruas tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat mobilitas masyarakat serta jalur distribusi logistik utama di wilayah tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5, M. Nasir Nurdin, ST., M.Si., menjelaskan bahwa secara keseluruhan, terdapat 103 kilometer jalan yang berada di bawah tanggung jawab pengawasan pihaknya. Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan saat ini adalah Jalan Soekarno Hatta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Salah satu lokasi penanganan preservasi saat ini berada di Jalan Soekarno Hatta dengan panjang penanganan mencapai dua kilometer,” ujar Nasir.
Lebih lanjut, Nasir merinci bahwa kegiatan preservasi ini difokuskan pada pengaspalan ulang. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk memastikan kondisi jalan tetap mantap, sehingga mampu memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan logistik.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami di bawah arahan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Tujuannya jelas, yakni menjaga kemantapan jalan nasional serta meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas bagi seluruh pengguna jalan di Provinsi Sumatera Barat,” pungkasnya.
Dengan dilaksanakannya preservasi ini, diharapkan arus mobilitas barang dan orang di sepanjang koridor Lubuk Alung hingga Padang Sawah dapat berjalan lebih efisien, yang pada akhirnya akan menunjang pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Barat.
Kegiatan preservasi yang dilakukan di ruas Lubuk Alung–Pariaman–Padang Sawah ini pun menuai apresiasi positif dari para pengguna jalan, khususnya para pengemudi angkutan logistik dan masyarakat yang kerap melintasi jalur tersebut. Mereka merasakan langsung dampak perbaikan jalan yang kini jauh lebih mulus dan minim lubang.
”Sebagai sopir yang hampir setiap hari melintasi jalur ini, kami sangat terbantu dengan pengaspalan yang dilakukan. Jalan yang sebelumnya bergelombang kini sudah halus, sehingga perjalanan lebih nyaman dan risiko kerusakan kendaraan bisa dikurangi,” ujar salah satu pengemudi angkutan barang (23/7) yang sering melintas.
Para pengguna jalan juga menyoroti peran profesionalisme dari pihak rekanan pelaksana di lapangan. Pengerjaan yang dilakukan dinilai terorganisir dengan baik sehingga tidak mengganggu lalu lintas secara signifikan. Di sisi lain, masyarakat juga memberikan apresiasi atas pengawasan ketat yang dilakukan oleh pihak PPK 1.5.
Kehadiran tim teknis dari PPK 1.5 di lapangan yang secara konsisten memantau setiap tahapan pekerjaan menjadi jaminan bahwa kualitas hasil pengaspalan memenuhi standar teknis yang ditetapkan. Pengawasan yang disiplin ini dianggap krusial agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki daya tahan (durabilitas) yang baik dalam jangka panjang.
”Kami melihat tim dari PPK sangat teliti dalam mengawasi kerja rekanan. Hal ini memberikan rasa percaya kepada kami bahwa perbaikan ini bukan sekadar polesan, tetapi memang dikerjakan dengan standar kualitas yang benar,” tambah pengguna jalan lainnya.
Sinergi antara profesionalisme rekanan dan pengawasan ketat dari pihak PJN Wilayah I Sumatera Barat ini diharapkan dapat menjadi standar dalam setiap kegiatan pemeliharaan jalan, demi memastikan konektivitas yang andal bagi mobilitas ekonomi di Sumatera Barat. (Red)















